Timnas Togo mengalami insiden beradarah ketika
mendapatkan serangan bersenjata saat dalam perjalanan untuk melakoni
pertandingan Piala Afrika 2010.
Tanggal 8 Januari tidak akan pernah dilupakan oleh sepakbola Togo. Bagaimana tidak, tepat di tanggal itu empat tahun silam, seluruh anggota tim nasional Togo, termasuk Emmanuel Adebayor yang saat itu memperkuat Manchester City dan gelandang Aston Villa Moustapha Salifou, hampir tewas di tangan para pemberontak Angola.
Saat itu, timnas Togo meggunakan dua bus - satu berisi para pemain dan staff timnas dan satu bus berisi barang-barang - menuju Angola untuk menjalani pertandingan Piala Afrika 2010 tiga hari kemudian. Dalam perjalanan mereka melewati provinsi Cabinda yang dipisah dengan sisa-sisa negara Republik Kongo.
Sejenak setelah bus tim melewati perbatasan yang memisahkan kedua negara, tiba-tiba muncul grup pemberontak Cabindan menyerbu dengan senjata mesin yang mereka tembakkan ke dua bus selama sekitar 30 menit.
Dua grup pemberontak mengklaim serangan itu, meski salah satu grup mengatakan bahwa penembakan tersebut tidak bermaksud menyerang timnas Togo, tetapi kepada pasukan keamanan Angola yang melindungi bus.
Karena serangan itu, tiga orang kehilangan nyawanya, yaitu asisten pelatih Amelete Abalo, wartawan Stan Ocloo dan supir Mario Adjoua. Sementara, orang yang terluka tercatat lima pemain termasuk tim doktor dan fisioterapis.
Togo
kemudian mundur dari Piala Afrika akibat serangan tersebut, sehingga
membuat Federasi Sepakbola Afrika (CAF) memberi sanksi skorsing dan
denda $50 ribu. Togo mengajukan banding, yang kemudian membatalkan
hukuman tersebut di tahun yang sama.
Berikut pernyataan Gelandang Aston Villa, Salifou, usai insiden mengerikan tersebut: "Baru 15 menit memasuki wilayah Angola [dari arah Kongo], mendadak bus ditembaki pemberontak," tuturnya. "Pengemudi kami tewas seketika. Bus pun berhenti di tengah jalanan antah berantah."
"Petugas keamanan mengamankan kami. Mereka berada di dua mobil terpisah, total sepuluh orang, dan mereka membalas tembakan tersebut. Baku tembak berlangsung setengah jam dan saya bisa mendengar desingan peluru. Seperti film saja."
"Saya beruntung ada di bagian belakang bus bersama Emmanuel Adebayor dan salah seorang kiper. Seorang pemain di depan saya terkena tembakan di punggungnya."
"Kiper Kodjovi 'Dodo' Obilale, salah satu teman dekat saya, terkena tembakan di bagian dada dan perutnya. Dia langsung diterbangkan ke Afrika Selatan untuk menjalani operasi pemulihan."
"Sungguh mengerikan. Semuanya menangis. Saya tak bisa mengendalikan diri dan saya menangis begitu melihat teman-teman terluka. Saya tak tahu kenapa ada yang tega melakukan ini. Kami hanya ingin bermain sepakbola, kini tak ada yang sanggup lagi bermain."
Sementara Adebayor juga mengalami trauma yang luar biasa, bahkan ia memutuskan pensiun usai menjadi saksi mata kejadian berdarah tersebut.
“Setelah peristiwa tragis bulan Januari di Piala Afrika, di mana dua orang bangsa saya dibunuh oleh teroris di Angola, saya telah mengambil keputusan sangat sulit untuk pensiun dari sepakbola internasional,” ungkap Adebayor saat itu.
“Saya mengalami perasaan yang sulit dan berat selama berminggu-minggu, dan bulan sejak serangan tersebut. Saya masih dihantui peristiwa yang saya saksikan di hari mengerikan bus kami diserang. Kami hanya ingin membela negara kami melalui sepakbola, tapi kami diserang teroris yang ingin membunuh kami semua.”
“Peristiwa itu tidak akan pernah saya lupakan, dan saya tidak ingin mengalaminya lagi.”
Meski demikian, Adebayor akhirnya bersedia kembali memperkuat timnas pada November 2011 karena mendapatkan jaminan keamanan dari federasi sepakbola Togo. Laga comebacknya berakhir manis dengan kemenangan atas Guinea dengan skor 1-0 di kualifikasi Piala Dunia 2014.
Berikut pernyataan Gelandang Aston Villa, Salifou, usai insiden mengerikan tersebut: "Baru 15 menit memasuki wilayah Angola [dari arah Kongo], mendadak bus ditembaki pemberontak," tuturnya. "Pengemudi kami tewas seketika. Bus pun berhenti di tengah jalanan antah berantah."
"Petugas keamanan mengamankan kami. Mereka berada di dua mobil terpisah, total sepuluh orang, dan mereka membalas tembakan tersebut. Baku tembak berlangsung setengah jam dan saya bisa mendengar desingan peluru. Seperti film saja."
"Saya beruntung ada di bagian belakang bus bersama Emmanuel Adebayor dan salah seorang kiper. Seorang pemain di depan saya terkena tembakan di punggungnya."
"Kiper Kodjovi 'Dodo' Obilale, salah satu teman dekat saya, terkena tembakan di bagian dada dan perutnya. Dia langsung diterbangkan ke Afrika Selatan untuk menjalani operasi pemulihan."
"Sungguh mengerikan. Semuanya menangis. Saya tak bisa mengendalikan diri dan saya menangis begitu melihat teman-teman terluka. Saya tak tahu kenapa ada yang tega melakukan ini. Kami hanya ingin bermain sepakbola, kini tak ada yang sanggup lagi bermain."
Sementara Adebayor juga mengalami trauma yang luar biasa, bahkan ia memutuskan pensiun usai menjadi saksi mata kejadian berdarah tersebut.
“Setelah peristiwa tragis bulan Januari di Piala Afrika, di mana dua orang bangsa saya dibunuh oleh teroris di Angola, saya telah mengambil keputusan sangat sulit untuk pensiun dari sepakbola internasional,” ungkap Adebayor saat itu.
“Saya mengalami perasaan yang sulit dan berat selama berminggu-minggu, dan bulan sejak serangan tersebut. Saya masih dihantui peristiwa yang saya saksikan di hari mengerikan bus kami diserang. Kami hanya ingin membela negara kami melalui sepakbola, tapi kami diserang teroris yang ingin membunuh kami semua.”
“Peristiwa itu tidak akan pernah saya lupakan, dan saya tidak ingin mengalaminya lagi.”
Meski demikian, Adebayor akhirnya bersedia kembali memperkuat timnas pada November 2011 karena mendapatkan jaminan keamanan dari federasi sepakbola Togo. Laga comebacknya berakhir manis dengan kemenangan atas Guinea dengan skor 1-0 di kualifikasi Piala Dunia 2014.
+Timnas+Togo+Ditembaki+Pemberontak+Bersenjata.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar