Tepat setahun lalu Pato resmi angkat kaki dari San Siro.
Tifosi
AC Milan bersuka cita menyambut kabar transfer Alexandre Pato, pemain
yang disebut-sebut calon bintang masa depan, dari Internacional pada 2
Agustus 2007.
Tapi mereka harus bersabar lebih lama menunggu aksi sang pemain muda hingga jendela transfer kembali dibuka pada Januari di tahun berikutnya, karena harus mengikuti regulasi FIFA mengenai pemain non-Uni Eropa.
Singkat cerita, saat yang dinantikan akhirnya tiba. Pada 4 Januari 2008, transfer Pato ke Milan telah resmi dan dia mencetak gol perdana untuk Il Diavolo Rosso pada debutnya di Serie A dalam kemenangan 5-2 melawan Napoli. Performa The Duck di musim pertamanya cukup memuaskan, dia membukukan total sembilan gol dalam 20 pertandingan (18 di liga).
Striker internasional Brasil kembali menjadi bagian penting di klub San Siro dan mengakhiri musim 2008/09 sebagai top skor Milan dengan 18 gol. Sayang, performa Si Bebek justru mengalami penurunan setelah dia menyabet penghargaan pemain muda terbaik Serie A 2009. Serangkaian cedera memaksa Pato bolak-balik ke ruang perawatan dan konsekuensinya, sang attacante kesulitan mendapat tempat utama.
Masa depannya di klub kota mode pun mulai dipertanyakan dengan mencuatnya sejumlah rumor transfer. Pato bahkan nyaris dilepas ke Paris Saint-Germain pada bursa transfer Januari 2012, namun dia menolak dijual dan memilih berkomitmen dengan Setan Merah.
Kegagalan transfer Pato ke PSG ternyata cuma penundaan kepergiannya, karena satu tahun kemudian, pemain kelahiran 2 September 1989 benar-benar angkat koper dari Milan.
Setelah terus dihubungkan dalam rumor transfer, I Rosoneri sepakat melepas Pato ke Corinthians seharga €15 juta pada 3 Januari 2013 dengan durasi kontrak empat tahun.
Pato melanjutkan tradisi mencetak gol di laga debut setelah menerima umpan Paulinho di laga kontra Oeste. Meski memberikan kesan positif pada pertandingan perdananya bersama Corinthians, Si Bebek kemudian secara konstan menjadi subjek kritik fans karena kerap gagal memaksimalkan sejumlah peluang gol. Terakhir pada 24 Oktober tahun lalu, Pato gagal mengeksekusi penalti krusial yang membuat timnya tereliminasi di Piala Brasil.
Sejauh ini Pato telah mengoleksi 17 gol dari 57 pertandingan di semua kompetisi dengan seragam Corinthians.
Tapi mereka harus bersabar lebih lama menunggu aksi sang pemain muda hingga jendela transfer kembali dibuka pada Januari di tahun berikutnya, karena harus mengikuti regulasi FIFA mengenai pemain non-Uni Eropa.
Singkat cerita, saat yang dinantikan akhirnya tiba. Pada 4 Januari 2008, transfer Pato ke Milan telah resmi dan dia mencetak gol perdana untuk Il Diavolo Rosso pada debutnya di Serie A dalam kemenangan 5-2 melawan Napoli. Performa The Duck di musim pertamanya cukup memuaskan, dia membukukan total sembilan gol dalam 20 pertandingan (18 di liga).
Striker internasional Brasil kembali menjadi bagian penting di klub San Siro dan mengakhiri musim 2008/09 sebagai top skor Milan dengan 18 gol. Sayang, performa Si Bebek justru mengalami penurunan setelah dia menyabet penghargaan pemain muda terbaik Serie A 2009. Serangkaian cedera memaksa Pato bolak-balik ke ruang perawatan dan konsekuensinya, sang attacante kesulitan mendapat tempat utama.
Masa depannya di klub kota mode pun mulai dipertanyakan dengan mencuatnya sejumlah rumor transfer. Pato bahkan nyaris dilepas ke Paris Saint-Germain pada bursa transfer Januari 2012, namun dia menolak dijual dan memilih berkomitmen dengan Setan Merah.
Kegagalan transfer Pato ke PSG ternyata cuma penundaan kepergiannya, karena satu tahun kemudian, pemain kelahiran 2 September 1989 benar-benar angkat koper dari Milan.
Setelah terus dihubungkan dalam rumor transfer, I Rosoneri sepakat melepas Pato ke Corinthians seharga €15 juta pada 3 Januari 2013 dengan durasi kontrak empat tahun.
Pato melanjutkan tradisi mencetak gol di laga debut setelah menerima umpan Paulinho di laga kontra Oeste. Meski memberikan kesan positif pada pertandingan perdananya bersama Corinthians, Si Bebek kemudian secara konstan menjadi subjek kritik fans karena kerap gagal memaksimalkan sejumlah peluang gol. Terakhir pada 24 Oktober tahun lalu, Pato gagal mengeksekusi penalti krusial yang membuat timnya tereliminasi di Piala Brasil.
Sejauh ini Pato telah mengoleksi 17 gol dari 57 pertandingan di semua kompetisi dengan seragam Corinthians.
+Alexandre+Pato+Ditransfer+Ke+Corinthians.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar