Sosok luar biasa ini sukses mengubah Nottingham menjadi tim yang disegani di Eropa hanya dalam beberapa tahun saja.
Brian Clough kerap disebut sebagai salah satu manajer terbaik yang tidak pernah menangani sebuah tim nasional. Dalam hal ini, ia sendiri merupakan sosok karakter hebat yang sukses mengubah jalan cerita Nottingham Forest sejak pertama kali menukangi Super Reds pada 6 Januari 1975.
Sebelum di Nottingham, Clough mengawali karir manajerialnya di Hartlepool dan kemudian ke Derby County yang kala itu masih menghuni divisi dua pada 1967. Dari yang semula tidak dianggap, setahun setelahnya The Rams ia bawa promosi dengan status juara dan berakhir sebagai yang terbaik di kasta tertinggi pada musim 1971/72.
Akan tetapi, ia terlibat perselisihan dengan jajaran direksi hingga akhirnya mengundurkan diri di tahun 1973. Petualangannya pun ia lanjutkan dengan menangani Brighton & Hove Albion untuk musim 1973/74 dan Leeds United pada 1974 sebelum di awal tahun 1975 berakhir di Nottingham Forest.
Beberapa bulan setelah mengambil alih The City Ground, Forest pun ia bawa promosi dari kompetisi nomor dua ke kasta tertinggi pada 1977. Setahun kemudian, mereka sukses menjuarai kompetisi teratas yang mana menahbiskan nama Clough sebagai salah satu dari lima manajer yang pernah menjuarai divisi utama bersama dua klub berbeda.
Setelahnya, ia mendatangkan Trevor Francis di musim panas 1978 dengan biaya 1 juta poundsterling, yang pada saat itu sangatlah mahal. Meski demikian, Francis pula yang membawa Forest menjuarai kompetisi terakbar Eropa pada 1979 dengan mengalahkan Malmo FF di Olympiastadion, Munich.
Clough bersama trofi 'Big Ears' yang ia menangi.
Forest pun menjadi juara Eropa untuk kali pertama, dan hal itu sukses
diulangi di musim berikutnya sebagaimana tim ini dan manajer mereka yang
ceplas-ceplos, Clough, mencapai puncak kejayaannya di Benua Biru.
Selain prestasi tersebut, Clough juga menjadikan Forest tidak
terkalahkan di 42 laga di kasta tertinggi, yang bertahan beberapa tahun
sebelum akhirnya Arsenal menumbangkan rekornya di musim 2003/04.
Ada pula kejayaan lainnya di ajang Piala Liga pada 1989 dan 1990. Terlepas kehebatannya itu, Clough tak sekalipun pernah memenangi Piala FA meski di tahun 1991 sukses mencapai final, namun kalah 2-1 dari Tottenham Hotspur.
Masalah dengan alkohol lantas membuat kesehatannya menurun. Dan pada 1993, ia memilih pensiun dari sepakbola bersama Nottingham yang terdegradasi dari Liga Primer di musim terakhirnya sebagai manajer.
Brian Clough sendiri meninggal karena kanker perut pada 20 September 2004 di usia 69 tahun. Meski demikian, sosoknya bakal dikenang dan akan tetap dihormati untuk beberapa generasi mendatang.
Ada pula kejayaan lainnya di ajang Piala Liga pada 1989 dan 1990. Terlepas kehebatannya itu, Clough tak sekalipun pernah memenangi Piala FA meski di tahun 1991 sukses mencapai final, namun kalah 2-1 dari Tottenham Hotspur.
Masalah dengan alkohol lantas membuat kesehatannya menurun. Dan pada 1993, ia memilih pensiun dari sepakbola bersama Nottingham yang terdegradasi dari Liga Primer di musim terakhirnya sebagai manajer.
Brian Clough sendiri meninggal karena kanker perut pada 20 September 2004 di usia 69 tahun. Meski demikian, sosoknya bakal dikenang dan akan tetap dihormati untuk beberapa generasi mendatang.
+Brian+Clough+Tangani+Nottingham+Forest.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar