Kamis, 08 Mei 2014

Sejarah 5 Januari: Anthony ‘Tony’ Yeboah Gabung Leeds United


Tepat 19 tahun silam, Leeds melakukan salah satu pembelian terbaiknya dengan mendatangkan Yeboah ke Elland Road.

GOALOLEH    ADHE MAKAYASA     


Beberapa musim sebelum sepakan voli Robin van Persie yang menghujam gawang Aston Villa dan memastikan gelar juara Manchester United ke-20, ada sebuah sepakan indah lainnya dari salah satu striker yang pernah meramaikan Liga Primer Inggris, dan sepakan itu lahir dari Anthony ‘Tony’ Yeboah yang mulai membela panji Leeds United sejak 5 Januari 1995.

Tepat di hari ini 19 tahun silam, Leeds mengakuisisi Yeboah dari klub Jerman Eintracht Frankfurt dengan tebusan mencapai 3,4 juta poundsterling. Di Elland Road sendiri, pemain asal Ghana itu hanya tampil 47 kali di liga kasta tertinggi, namun kebintangannya termasuk terang benderang.

Tak butuh waktu lama bagi Yeboah untuk memperkenalkan diri. Karena di partai keduanya berseragam The Whites, ia sukses memukau mata penonton dengan gol spektakulernya ke gawang klub idolanya, Liverpool. Gol itu lahir berkat teknik dan power luar biasa yang dipadukan dalam sebuah tendangan hingga tak mampu dijangkau David James kala itu.

Sebulan berselang, ia mengklaim gol spektakuler lainnya sebagaimana ia yang menari-nari mengecoh barisan belakang Wimbledon sebelum kemudian melesakkan sepakan dahsyat. Meski di Liga Primer ia mencetak total 24 gol dari 47 penampilannya, rupanya ada satu lesakan yang paling dia ingat.

“Saya memiliki begitu banyak kenangan bermain di Liga Primer, namun gol melawan Liverpool segera muncul dalam pikiran saya,” ujar Yeboah kepada ESPN. “Sebelum partai itu, kami membicarakan tentang kemungkinan mengalahkan Liverpool sebagaimana Leeds yang baru mampu menang dua kali di kandang saat melawan mereka dalam 22 tahun terakhir.

“Pertandingan itu sangat spesial buat saya karena saya adalah pendukung Liverpool saat tumbuh kembang di Ghana dan sangat bersemangat mengenai prospek untuk berhadapan dengan John Barnes dan Ian Rush, yang sering saya tonton di televisi.

“Saya ingin menunjukkan sesuatu kepada Liverpool, menunjukkan sesuatu kepada fans kami. Untuk bermain dan mencetak gol melawan Liverpool jelas fantastis, namun itu juga merupakan gol pengantar kemenangan, ya, gol itu. Wow.

“Itu adalah gol yang lahir dari kualitas yang sangat spesial. Anda bisa melihatnya dari cara saya berselebrasi. Satu lainnya melawan Wimbledon juga bagus, namun itu adalah partai yang dengan mudah kami menangi.

“Saya di pertandingan itu juga mencetak hat-trick dan skor akhirnya adalah 4-2. Akan tetapi, gol melawan Liverpool, di sisi lain, berarti besar. Itu adalah gol terbaik tahun itu, gol terbaik dalam hidup saya. Saya masih melihatnya setiap hari dan tidak merasa bosan.”

Sebuah gol ikonik di Liga Primer saja tidak cukup untuk mengamankan masa depan jangka panjang Yeboah di Inggris. Hal itu ditunjang pula dengan pergantian manajer di Leeds – George Graham menggantikan Howard Wilkinson pada September 1996 – yang lantas membawa perselisihan.

Hubungan Graham dan Yeboah bagaikan tumbukan kereta api, dan sang striker, yang menjadi top skor di Bundesliga tiga musim sebelumnya, mendapati dirinya dibangkucadangkan dan tidak mampu meyakinkan pelatihnya akan kemampuan yang ia miliki.

Terlepas masa singkatnya, namun Yeboah tetap dikenang sebagai salah satu striker paling bertenaga dan berbahaya yang pernah meneror barisan belakang lawan. Tak salah kiranya jika kemudian Leeds mengumumkan nama Yeboah masuk ke dalam daftar 100 pemain terbaik yang diumumkan pada 2006 silam.

0 komentar:

Posting Komentar